• gender adalah pembagian peran manusia pada maskulin dan feminin yang di dalamnya terkandung peran dan sifat yang dilekatkan oleh masyarakat kepada kaum laki-laki dan perempuan dan dikonstruksikan secara sosial ataupun kultural.
Ruang Lingkup Studi Gender
- Pemikiran keagamaan
- Ekonomi
- Politik-hukum
- Sosial-budaya
Studi gender penting disosialisasikan dan ditradisikan karena
Analisis Gender
• Analisis gender merupakan satu analisis yang mempertanyakan ketidakadilan sosial dari aspek hubungan antar jenis kelamin, suatu analisis yang menjadi alat bagi gerakan feminisme untuk memahami realitas sosial.
• Tugas utama analisis gender adalah memberi makna, konsepsi, asumsi, ideologi, dan praktik hubungan baru antara laki-laki dan perempuan serta implikasinya terhadap kehidupan sosial yang lebih luas.
Sebagai contoh setelah dilakukan analisis gender di Indonesia, maka dapat diajukan rekomendasi
- Memberlakukan sistem kuota yang mampu mempresentasikan kepentingan perempuan
- One door policy, agar kebijakan yang diambil tidak mengesampingkan pertimbangan relasi gender
- Peningkatan SDM
- Perlu melakukan affirmative action
- Pembentukan jaringan
- Membuat gerakan perempuan
Islam dan Gender
• Dalam Islam prinsip hubungan pria dan wanita adalah sejajar di hadapan Allah
• Sejumlah nash yang berbicara tentang kemitra-sejajaran perempuan dan laki-laki yang dapat dikelompokkan menjadi 8:
1) Statemen umum tentang kesetaraan wanita & pria
2) Asal-usul
3) Amal
4) Saling kasih&mencintai
5) Keadilan& persamaan
6) Jaminan sosial
7) Saling tolong menolong
8) Kesempatan mendapat pendidikan
Sebab lahirnya konsep bias gender dalam islam adalah sebagai akibat dari sepuluh faktor:
a) Penggunaan studi islam yang parsial
b) Belum ada kesadaran pentingnya pembedaan adanya nash
c) Terkesan sejumlah nash memarginalkan wanita, sebagai akibat penggunaan parsial
d) Budaya-budaya muslim merasuk terhadap ajaran islam
e) Dominasi teologi laki-laki dalam memahami nash
f) Kajian islam dengan pendekatan agama murni
g) Generalisasi(mengambil hukum umum) dari kasus khusus
h) Mengambil hukum sebagai produk hukum dari penetapan hukum berdasarkan siyasah al-syariah
i) Kajian islam yang literalis& ahistoris(tekstual)
j) Peran kekuasaan
Islam & Kesetaraan Gender
- Pergulatan pemikiran feminis dalam wacana islam di Indonesia
Ø Keterasingan konseptual dalam wacana Islam:
Kesadaran ketertindasan menjadikan feminisme memiliki karakter “memihak”dan tidak jarang “menggugat”
Ø Dominasi patriarkhi dalam Islam:
- Dalam catatan sejarah, perempuan dipandang sebagai makhluk inferior, emosional, dan kurang berakalnya
- Budaya patriarkhi terjadi karena adanya dominasi kelompok tertentu terhadap kelompok yang lain
- Masalah mendasar&universal yang dihadapi oleh para pemikir teolog perempuan adalah sistem patriarkhi yang memposisikan laki-laki secara dominatif dalam wacana keagamaan
Menggagas kesadaran teologi feminis Islam di Indonesia
• Kesadaran akan penindasan dan pemerasan terhadap kaum perempuan di dalam masyarakat, di tempat kerja& di dalam keluarga, serta suatu tindakan sadar oleh perempuan maupun laki-laki untuk mengubah kondisi tersebut
• Feminis teologi islam dimaksudkan untuk menjamin keberpihakan Islam terhadap integritas&otoritas kemanusiaan perempuan
• Mensosialisasikan suatu kesadaran baru terhadap kaum perempuan secara luas tentang pentingnya konstruksi wacana keislaman
Upaya itu harus dilakukan untuk mengeluarkan perempuan dari representasi perempuan yang berpusat pada kepentingan laki-laki
Penafsiran islam liberal atas isu- isu gender& feminisme di Indonesia
Feminisme di dunia islam
ü Pemikiran feminisme di dunia Islam dikenal sejak awal abad ini
ü Banyak orang menganggap bahwa feminisme adalah gerakan anti laki-laki, anti perkawinan, perusak keluaga, dan lain-lain
Feminisme dan Hegemoni Sistem Patriarkhi
• Patriarkhi dari sudut pandang feminisme Islam, dianggap sebagai asal-usul dari seluruh kecenderungan misoginis(kebencian terhadap perempuan)
• Sistem yang berdasarkan patriarkhi ini, biasanya mengasingkan perempuan di rumah
• Kadang-kadang sistem patriarkhi membolehkan perempuan aktif di dunia publik, tetapi dengan satu catatan ideologis”jangan lupa sebagai kodratmu sebagai perempuan yang di rumah”
Female modesty:sudut pandang yang ideologis
• Jika feminisme mempersoalkan implikasi ideologis dari ide female-modesty itu, tidak berarti bahwa mereka menghapus adanya “sifat-sifat keperempuan” itu
Sudut pandang Islam liberal
• Bagi kalangan Islam liberal di Indonesia, khususnya mereka yang hendak mewujudkan keadilan hak-hak perempuan secara gender, ada beberapa penafsiran atas teks-teks suci yang menjadi pokok perhatian mereka
• diantaranya, menyangkut pembongkaran atas penafsiran ayat-ayat yang meletakkan pusat kehidupan perempuan pada laki-laki
Pada dasarnya agenda kalangan Islam liberal adalah usaha-usaha untuk

